in

5 Tempat Yang Diyakini Diazab Oleh Allah

kota terkutuk di dunia

Beberapa situs peninggalan zaman kuno yang ada di berbagai belahan dunia dan menjadi situs warisan dunia sudah pasti memiliki sejarah di baliknya. Namun diantaranya terdapat sebuah kisah kelam, dimana tempat-tempat tersebut diyakini tempat yang terkena azab. Seperti apa kisahnya? berikut tempat tempat yang dianggap terkena azab.

1. Pompei

Pompeii merupakan kota pada zaman Romawi kuno di campania Italia. Konon Pompei diyakini sebagai Kota maksiat yang terkena azab berupa letusan gunung vesuvius pada abad 79 masehi hingga akhirnya terkubur selama 1700 tahun. Catatan sejarah menyebutkan kota Pompeii merupakan simbol kemerosotan moral pada masa kekaisaran Romawi.

Dahulu kala, sebelum terjadi letusan gunung, di kota ini marak terjadi perilaku seksual menyimpang, mengumbar semua kegilaan duniawi dan pergaulan bebas baik lawan jenis maupun sesama jenis yang nyaris menjadi kebiasaan warga kota. Seorang pejabat dan penyair Romawi Timur menceritakan kisah kelam itu lewat surat-surat dan sejarahnya.

Dalam kisah tersebut, letusan gunung berlangsung terus-menerus selama 24 jam diringi hujan debu, awan panas serta lava pijar hingga mengubur kota pompeii beserta dengan pendudukanya hingga ribuan tahun. Hinga pada akhirnya kota ini ditemukan di Kota Naples, Italia. para arkeolog yang melakukan penggalian dan penelitian menemukan banyak kerangka jasad bergelimpangan di berbagai sudut kota dalm posisi sedang melakukan maksiat.

2. Sodom dan Gomora

Dalam berbagai penelitian yang dilakukan, peristiwa atau lokasi kejadian di azabnya kaum Nabu Luth terjadi di kota Sodom yang sekarang dikenal dengan nama Laut Mati. Dikisahkan umat Nabi Luth dibinasakan dengan cara dijungkirbalikkan lalu dihujani dengan batu belerang yang terbakar secara bertubi-tubi. Selama ribuan tahun terkubur, jejak kehancuran umat Nabi Luth ini berhasil ditemukan para ahli arkeologi di sekitar Laut Mati.

Awalnya, penelitian yang dilakukan oleh William Albright, seorang ahli purbakala pada tahun 1924 di sekitar Laut Mati mencari keberadaan sisa-sisa kota Sodom dan gomorah menemukan situs purbakala Babhedra yang merupakan makam terbesar khas zaman perunggu yang panjangnya bisamencapai 15 meter dan lebarnya 7 meter.

Belum pernah seorang pun menemukan kota Sodom dan Gomorah yang dihancurkan, namun para arkeolog menemukan puing-puing bangunan sebuah kota kuno di Tall el-Hamaam, Yordania. Mereka percaya bangunan tersebut berasal dari Kota Gomora. Ciri-ciri dari temuan reruntuhan tersebut cocok dengan deskripsi Kota Gomora yaitu berada di Timur Sungai Yordania, berukuran lebih besar dari kota-kota di sekitarnya, dan berumur sekitar 3500-7000 tahun.

Tim arkeolog dari Amerika Serikat yang menemukan puing-puing tersebut juga mengatakan bahwa terdapat tanda-tanda kerusakan berat di sana yang mungkin diakibatkan oleh serangan hujan batu. Ini semakin menguatkan cerita tersebut.

3. Petra

Petra merupakan sebuah situs arkeologi kaldimaan Yordania yang terkenal dengan bangunan arsitektur yang dipahat pada bebatuan serta sistem pengairan yang saat ini menjadi lokasi favorit para turis. Namun, tahukah Anda ternyata kota Petra juga menyimpan kisah kelam.

Zaman dahulu, Warga Petra adalah penyembah berhala berupa batu hitam yang dususun tak beraturan. Petra adalah ibukota suku nabatean, salah satu rumpun bangsa Arab yang hidup sebelum masuknya bangsa Romawi. Mereka dikenal sebagai suku pengembara yang berkelana ke berbagai penjuru dengan kawanan unta dan domba.

Petra akhirnya dikuasai kerajaan Romawi sampai 363 masehi. Tak lama, Petra dilanda gempa Dahsyat yang meluluhlantakkan seluruh hingga terkubur dan kota itu dibiarkan hancur dan perlahan mulai dilupakan orang. Sampai kemudian ditemukan oleh penjelajah asal Swiss, Johan Burckhardt pada tahun 1812, yang kala itu menyamar sebagai muslim. Diperkirakan, kota ini telah terkubur lebih dari 500 tahun.

Di samping kisah penemuannya yang membuat takjub, Petra juga tak luput dari jejak sejarah Islam. Petra terletak di antara gunung-gunung, salah satu yang tertinggi adalah Jabal Harun atau Gunung Harun.

Konon, di sanalah Nabi Harun AS dimakamkan oleh saudaranya, Nabi Musa AS. Kini, di Jabal Harun berdiri megah sebuah masjid dengan kubah putih yang ramai dikunjungi oleh wisatawan muslim dari berbagai penjuru dunia.

4. Madain Shaleh

Dalam Alquran banyak sekali dijelaskan tentang kehancuran bangsa-bangsa yang tidak mau beriman kepada Allah SWT. Di antaranya, bangsa ‘Ad (umat Nabi Hud), kaum Tsamud (umat Nabi Saleh), bangsa Madyan (umat Nabi Syu’aib), kaum Nabi Ibrahim, serta kaum Nabi Nuh.

Seperti umat lainnya, umat Nabi Saleh, yaitu kaum Tsamud, juga dihancurkan karena mereka tidak mau beriman kepada Allah SWT dan tidak mengakui Saleh sebagai seorang Nabi. Mereka dihancurkan oleh Allah SWT dengan petir yang menggelegar sehingga meruntuhkan bangunan tempat tinggal mereka.

Sebelum mereka dihancurkan dengan suara petir yang menggelegar, bangsa Tsamud ini diperintahkan untuk menyembah Allah dan mengikuti ajakan Nabi Saleh. Namun, mereka enggan melakukannya. Bahkan, ajakan itu justru dianggap menghina kaum Tsamud.

Karena sikap sombong dan angkuh itu, mereka pun harus menerima akibat dan dihancurkan oleh Allah SWT sebagaimana telah dilakukan pada kaum ‘Ad, umatnya Nabi Hud.

Berdasarkan hasil studi arkeologi dan sejarah terkini mengenai kehidupan dan peninggalan bangsa Tsamud ini, para peneliti arekologi berhasil menemukan dan mengungkapkan keberadaan kaum Tsamud di antara Yaman selatan dan utara Madinah yang disebut dengan nama Madain Saleh.

5. Haqf

Haqf merupakan sebuah wilayah yang konon pada zaman dahulu kala ditinggali oleh kaum Ad. Haqf memiliki arti pasir yang miring.
Dikisahkan kaum Ad merupakan kaum yang durhaka kepada Allah swt. dan menjadikan kaum yang pertama kali menyembah berhala, setelah banjir besar dan luluh lantahnya manusia kafir pada masa Nabi Nuh.

Konon, kaum Ad mendapatkan angin yang sangat kencang. Saking kencangnya, angin tersebut lalu memutar kepala-kepala mereka hingga putus dan yang tersisa hanyalah jasad-jasad tanpa kepala.

Namun, setelah berabad-abad lamanya, jejak peristiwa maha dahsyat itu ternyata dapat ditelusuri kembali. Sejumlah ulama, ahli tafsir, dan ahli geografi melakukan penelitian. Peninggalan-peninggalan kaum Ad memang telah musnah tertimbun pasir. Namun, penelitian dan penggalian arkeologi sejak tahun 1980-an hingga 2000-an berhasil menemukan sisa-sisa bangunan yang dianggap kaum Ad.

Kini, wilayah tersebut diyakini bernama Zaffar dan merupakan bagian dari negara Yaman yang berbatasan langsung dengan Oman.

fakta kabah

7 Fakta Tentang Ka’bah Yang Tidak Diketahui Banyak Orang

tinju catur

10 Profesi Aneh dengan Bayaran Menggiurkan